Skip navigation

Oleh:

Priyono, S.Pt

Alumnus Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman

Mahasiswa Magister Ilmu Ternak Universitas Diponegoro

 

Keberhasilan pengembangan ternak harus memperhatikan tiga aspek penting. Ketiga aspek tersebut adalah aspek teknis, ekonomi dan sosial. Dalam aspek ekonomi selalu berhubungan dengan proses produksi. Sehingga diperlukan kaidah-kaidah pemahaman mengenai prinsip ilmu ekonomi produksi peternakan.

Prinsip utama dalam ilmu ekonomi produksi yaitu suatu usaha untuk memaksimumkan keuntungan (profit maximization) dan meminimumkan biaya (cost minimization). Kedua prinsip ini merupakan pilar utama yang menentukan suatu performans dari usaha peternakan yang sedang dijalankan. Misalnya orang yang melakukan budidaya ayam broiler. Jika peternak tidak mampu menerapkan kedua prinsip tersebut maka walaupun produksi yang dihasilkan tinggi dan kualitas produksinya bagus, peternak tidak akan mampu untuk mengembangkan usaha budidayanya. Berdasarkan hal tersebut, kedua prinsip tersebut harus diaplikasikan dalam usaha peternakan, sehingga usahanya menjadi berkembang dan skala usahanya dapat ditingkatkan.

Dalam proses produksi tidak terlepas dari adanya input dan output. Input merupakan masukan yang diperlukan untuk kelangsungan proses produksi sedangkan output adalah hasil keluaran dari proses produksi akibat penggunaan input. Produk marginal (PM) merupakan jumlah ouput dibagi dengan jumlah input. Sedangkan tambahan ouput yang dihasilkan dari penambahan satu unit input variabel disebut Marginal Physical Product (MPP). MPP = ΔQ/ΔX1 (Sokartawi, 1990).

Proses produksi merupakan proses yang cukup komplek. Dalam proses produksi dikenal tiga kondisi, yaitu:

  1. Increasing productivity

Yaitu suatu kondisi dimana jika tambahan input akan mengakibatkan tambahan output yang semakin menaik.

  1. Constant productivity

Yaitu suatu kondisi dimana jika tambahan input akan mengakibatkan tambahan output yang tetap.

  1. Decreasing productivity.

Yaitu suatu kondisi dimana jika tambahan input akan mengakibatkan tambahan ouput yang menurun.

Elastisitas produksi, efisiensi penggunaan input dan fungsi produksi Cobb-Douglas merupakan hal penting yang harus dikaji dalam prinsip ekonomi produksi peternakan. Ketiga faktor tersebut yaitu:

Elastisitas Produksi

Elastisitas produksi sering disimbolkan dengan EP. Elastisitas produksi merupakan perubahan dari output akibat dari persentase perubahan input.

Rumusnya:

EP = ΔY/Y atau ΔX/X

EP = ΔY/ΔX . X/Y

Keterangan:

EP = Elastisitas Produksi

X = Input

Y = Output

Efisiensi Penggunaan Input

Efisiensi penggunaan input dapat disebut juga dengan efisiensi harga atau allocative efficiency. Efisiensi penggunaan input dapat dicapai jika Nilai Produk Marginal (NPM)/harga input (Px) = 1. Jika NPMx/Px > 1, maka penggunaan input belum efisien sehingga input harus ditambah. Sedangkan jika NPMx/Px < 1, maka penggunaan input tidak efisien sehingga input perlu dikurangi (Soekartawi, 1990).

Fungsi Produksi Cobb-Douglas

Fungsi produksi Cobb-Douglas adalah suatu fungsi atau persamaan yang melibatkan dua atau lebih variabel, dimana variabel yang satu disebut dengan variabel terikat/yang dijelaskan (Y) dan yang lain disebut variabel bebas/yang menjelaskan (X).

 

Sumber:

Soekartawi. 1990. Teori Ekonomi Produksi dengan Pokok Bahasan Analisis Fungsi Cobb Douglas. Rajawali Press. Jakarta.

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: