Skip navigation

Oleh:

Priyono, S.Pt

Alumnus Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman

Mahasiswa Magister Ilmu Ternak Universitas Diponegoro

 Usaha ternak sapi potong merupakan usaha yang saat ini banyak dipilih rakyat untuk dibudidayakan. Kemudahan dalam melakukan budidaya serta kemampuan ternak untuk mengkonsumsi limbah pertanian menjadi pilihan utama. Sebagian besar skala kepemilikan sapi potong di tingkat rakyat masih kecil yaitu antara 2 sampai 5 ekor. Hal ini dikarenakan usaha ternak yang dijalankan oleh rakyat umumnya hanya dijadikan sampingan yang sewaktu-waktu dapat digunakan jika petani peternak memerlukan uang dalam jumlah tertentu.

Konsumsi daging masyarakat Indonesia sekitar 7,66 kg/kapita/tahun pada periode tahun 1992 sampai 1996 dan turun 5,33 kg/kapita/tahun pada periode tahun 1998-2001 akibat dampak krisis ekonomi di Indonesia (Direktorat Jenderal Bina Produksi Peternakan, 2001). Konsumsi daging menjadi prioritas setelah daging ternak unggas. Oleh karena itu diperlukan penambahan populasi supaya permintaan akan kebutuhan daging untuk konsumsi masyarakat dapat terpenuhi.

Langkah yang telah ditempuh pemerintah diantaranya yaitu memanage pola usaha menjadi dua, yaitu pola pengusahaan yang dilakukan oleh peternakan rakyat dan pola pengusahaan yang dilakukan oleh industri-industri peternakan, contohnya feedlot/penggemukan. Pengusahaan ternak sapi potong rakyat berdasarkan sistem pemeliharaannya dapat dibedakan menjadi pola yang menggunakan lahan dan pola yang tidak menggunakan lahan.

Karaktersitik usaha peternakan rakyat (Azis, 1993), yaitu:

  1. Skala usaha umumnya relatif kecil,

  2. Merupakan usaha rumah tangga sebagai tabungan,

  3. Merupakan usaha sampingan selain mata pencaharian pokok,

  4. Teknologi yang digunakan masih sederhana,

  5. Bersifat padat karya dan masih menjunjung kebersamaan, gotong royong dan kekeluargaan.

Kebijakan dan program yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi dan pengembangan usaha ternak yaitu melalui peningkatan kelahiran, peningkatan mutu produksi dan bibit ternak, pengendalian pemotongan betina produktif, pengendalian penyakit ternak, pengelolaan pakan ternak dan sistem pengembangan bibit terbuka (Yusdja et al., 2001; Ilham et al. 2001; Hadi et al., 2002).

Hasil penelitian Rahmanto (2004) yaitu bahwa usaha sapi kereman yang sudah bersifat komersial mampu memberikan keuntungan bersih sebesar Rp. 760.850/ekor untuk penggemukan sapi bakalan PO dan Rp. 1.003.080/ekor untuk penggemukan sapi bakalan limousine selama 12 bulan. Keuntungan atas biaya tunai yang diperoleh untuk masing-masing jenis sapi tersebut yaitu Rp. 1.540.000 dan Rp. 3.430.000 dengan asumsi pada harga sapi potong cukup tinggi. Penurunan tingkat harga sapi potong pada saat survei mengakibatkan keuntungan bersih yang diperoleh peternak hanya mencapai sekitar Rp. 166.400 per ekor selama pemeliharaan 4 bulan.

 Sumber:

Azis, A.M. 1993. Strategi Operasional Pengembangan Agroindustri Sapi Potong. Prosiding Agroindustri Sapi Potong. CIDES. Jakarta.

 Direktorat Jenderal Bina Produksi Peternakan. 2001. Buku Statistik Peternakan 2001.

 Hadi, P.U., N. Ilham, A. Thahar, B. Winarso, D. Vincent, and D. Quirke. 2002. Improving Indonesia’s Beef Industry. Australian Center for Internasional Agricultural Research (ACIAR) Monograph No.35, vi+128p.

 Ilham, N., B. Wiryono, I.K. Kariyasa, M.N.A. Kirom, dan S. Hastuti. 2001. Analisis Penawaran dan Permintaan Komoditas Peternakan Unggulan. Laporan Hasil Penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi Pertanian.

 Rahmanto, B. 2004. Analisis Usaha Peternakan Sapi Potong Rakyat. Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi Pertanian. Departemen Pertanian. Bogor.

 Yusdja, Y., H. Malian, B. Winarso, R. Sayuti, dan A.S. Bagyo. 2001. Analisis Kebijaksanaan Pengembangan Agribisnis Komoditas Unggulan Peternakan. Laporan Hasil Penelitian. Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi Pertanian.

  

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: